Asal Usul Peradaban Musik DJ
Disjoki atau disc jockey (DJ) adalah seseorang yang terampil memilih dan memainkan rekaman suara atau musik yang telah direkam sebelumnya. Media umum meliputi piringan hitam, CD, dan file MP3. Keahlian dalam transisi dan manipulasi suara menjuluki profesi ini “joki piringan”. Saat ini istilah DJ mencakup berbagai format digital.
Sejarah Singkat
Istilah “disc jockey” pertama kali muncul pada akhir abad ke-17 untuk penyiar radio yang memutar rekaman gramofon. Dengan berkembangnya teknologi seperti audio mixing, cueing, scratching, dan beatmatching, gaya DJ modern pun terbentuk.
Aksi dan Teknik DJing
- Menyusun playlist (set rekaman).
- Manipulasi suara:
- Audio mixing
- Cueing
- Needle drop
- Scratching
- Beatmatching
- Beat juggling
- Phase shifting
Peralatan DJ
- Vinyl, CD, MP3.
- Turntable, CDJ, pemutar digital.
- Speaker, mixer, mikrofon, headphone.
- Sampler, drum machine, efek, slipmat, software.
Skandal Payola & Radio
Pada 1950-an, skandal payola (suap lagu) mempengaruhi siaran stasiun radio. Format Top 40 lahir, dan kontrol playlist menjadi ketat hingga muncul algoritme dan voice tracking.
Evolusi Media
Media radio satelit, streaming, dan platform digital memungkinkan pendengar memilih stasiun bebas format dan menggunakan pemutar portabel.
Tipe-tipe DJ
- Amatir: bertukar mixtape secara online maupun rekaman rumahan.
- DJ Klub: memainkan musik di klub, pesta, disko, dan stadion.
Tokoh Legendaris
- Christopher Stone (1882–1965): DJ pertama di Britania, 1927.
- Martin Block (1901–1967): inspirasi istilah “disco jockey”.
- Alan Freed (1922–1965): perkenalkan R&B sebagai Rock and Roll.
- Murray “The K” Kaufman (1922–1982): dijuluki “Fifth Beatle”.
- Jimmy Savile (1926–2011): DJ BBC pertama pakai dua turntable.
- Dick Clark (1929–2012): host American Bandstand.
- Casey Kasem (1932–2014): pembawa acara TOP 40; suara Scooby-Doo.
- Wolfman Jack (1938–1995): ikon radio horor & rock.
- John Peel (1939–2004): pendukung band independen di BBC Radio 1.
- Jim Ladd (lahir 1948): pelopor freeform rock di radio komersial AS.
Tokoh Klub & House
- David Mancuso (lahir 1944): pendiri “The Loft” di NYC.
- Francis Grasso (1948–2001): pelopor beatmatching dan slip-cueing.
- Larry Levan (1954–1992): DJ & remixer di Paradise Garage.
- Frankie Knuckles (1955–2014): Bapak house music.
- Paul Oakenfold (lahir 1963): remixer dan produser ternama.
- Tiësto (lahir 1969): DJ trance nomor satu versi DJ Mag, 2004.
- Keoki (lahir 1969): ikon techno, tampil di film “Party Monster”.
Referensi
- Assef, Claudia (2000). Todo DJ Já Sambou: A História do Disc-Jóquei no Brasil. São Paulo: Conrad Editora do Brasil.
- Brewster, Bill & Broughton, Frank (2000). Last Night a DJ Saved My Life: The History of the Disc Jockey. New York: Grove Press.
- Broughton, Frank & Brewster, Bill (2003). How to DJ Right: The Art and Science of Playing Records. New York: Grove Press.
- Graudins, Charles A. (2004). How to Be a DJ. Boston: Course Technology PTR.
- Lawrence, Tim (2004). Love Saves the Day: A History of American Dance Music Culture, 1970–1979. Duke University Press.
- Miller, Paul D. aka DJ Spooky (2008). Sound Unbound: Writings on DJ Culture and Electronic Music. MIT Press.
- Poschardt, Ulf (1998). DJ Culture. London: Quartet Books.
- Zemon, Stacy (2002). The Mobile DJ Handbook: How to Start & Run a Profitable Mobile Disc Jockey Service. St. Louis: Focal Press.